Minggu, 16 November 2014

Dampak Pemanasan Global Jadi Ancaman Nyata

Judul    : Dampak Pemanasan Global Jadi Ancaman Nyata
Penulis : Bagus Setiawan
NIM   : 41613010027

Abstrak : Perubahan iklim sudah berlangsung dan dampaknya makin terasa. Semua  negara kini harus berjuang secepatnya, meredam pemanasan global dengan menurunkan emisi karbon.

Kata Kunci : perubahan iklim, pemanasan global, emisi co2, lingkungan

Pendahuluan : dengan menggarisbawahi lingkupnya pada dampak berbahaya perubahan iklim dengan peringatan tegas.  Penurunan emisi karbon akibat penggunaan bahan bakar fossil besar-besaran, harus diturunkan hingga ke tingkat nol di akhir abad ini. Jika tidak, kenaikan suhu global rata-rata akan mencapai 4 derajat Celsius dengan dampak mengerikan pada manusia.

Bagian isi : Perubahan yang dipicu pemanasan global bisa bersifat permanen bagi ekosistem dan untuk manusia. Sejumlah impak sudah eksis, misalnya naiknya muka air laut, mencairnya gletsyer dan lapisan es di kutub serta makin sering terjadinya kekeringan berkepanjangan. Pada penggunaan lebih intensif energi terbarukan di rumah tangga, industri dan sektor transportasi digabung dengan teknologi penyimpanan karbondioksida. 

Penutup : Untuk mencegah laju pemanasan global, emisi CO2 harus diturunkan hingga 70 persen. 

Daftar Pustaka : http://www.dw.de/dampak-pemanasan-global-jadi-ancaman-nyata/a-18037898


Selasa, 07 Oktober 2014

Product Quality Measurement



Apakah kualitas produk dapat diukur? Bagaimana cara mengukur kualitas produk? Salah satu cara untuk mengukur kualitas adalah dengan menggunakan data cacat untuk memahami kekurangan dalam kualitas produk. Kualitas produk dapat diukur misalnya dengan kepadatan kesalahan. Kepadatan kesalahan adalah jumlah cacat yang telah ditemukan berkaitan dengan ukuran produk (misalnya dalam fungsi poin atau baris kode). Hal ini relatif mudah untuk mengukur dan laporan. Tapi kepadatan kesalahan memiliki beberapa kelemahan utama, yaitu  hanya dapat mengukur setelah fase selesai, dan tidak memberikan wawasan tentang penyebab jika produk memiliki risiko kualitas.

Definisi Product Quality Measurement
Product Quality Measurement menyatakan persyaratan dengan cara yang jelas, ringkas, dan diuji hanya bagian dari pencapaian kualitas produk. Hal ini juga diperlukan untuk mengidentifikasi langkah-langkah dan kriteria yang akan digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kualitas yang diinginkan dan menentukan apakah itu telah dicapai. Tindakan menjelaskan metode yang digunakan untuk menangkap data yang digunakan untuk menilai kualitas, sedangkan kriteria mendefinisikan tingkat atau tempat di mana produk telah mencapai diterima (atau tidak dapat diterima) kualitas.
Mengukur kualitas produk dapat dicapai menggunakan satu atau lebih teknik pengukuran, seperti:
1. ulasan / penelusuran
2. inspeksi
3. eksekusi

Metrik yang digunakan berbeda, tergantung pada sifat tujuan kualitas mengukur. Misalnya, dalam ulasan, penelusuran, dan pemeriksaan, tujuan utama adalah untuk fokus pada dimensi kualitas fungsi dan kehandalan. Cacat, cakupan, dan kepatuhan adalah metrik utama yang digunakan saat ini teknik pengukuran yang digunakan. Eksekusi bagaimanapun, mungkin fokus pada fungsi, keandalan, atau kinerja. Oleh karena itu cacat, cakupan, dan kinerja adalah metrik utama yang digunakan. Langkah-langkah dan metrik lainnya akan bervariasi berdasarkan pada sifat kebutuhan.
Misalkan,untuk membangun sebuah matriks dengan data cacat, Anda perlu untuk mengumpulkan data dari ulasan dan pengujian, dan mengklasifikasikan cacat. Sebuah klasifikasi minimum adalah di mana cacat telah ditemukan, dan dimana cacat bisa ditemukan. Selain itu Anda dapat mengklasifikasikan mana cacat itu dibuat. Ini bisa jadi selama definisi persyaratan, atau bila arsitektur produk didirikan, atau bisa juga kesalahan coding. Tentu saja mengklasifikasikan cacat membutuhkan pertimbangan profesional, dan harus dilakukan oleh anggota dari tim yang mengembangkan dan menguji perangkat lunak.
Untuk mengukur kualitas proses,dapat dicapai dengan menggunakan satu atau lebih teknik pengukuran, yaitu:
1.      Varians , perbedaan perbedaan antara yang direncanakan dan aktual jadwal, anggaran, kebutuhan staf, dll
2.      Ukuran kualitas produk dan metric ( seperti yang dijelaskan dalam mengukur bagian kualitas produk yang ada diatas). 

sumber :  http://www.benlinders.com/2011/measuring-and-controlling-product-quality/
: http://www.upedu.org/process/gcncpt/co_meqlty.htm
http://link.springer.com/chapter/10.1007%2F978-3-642-27866-2_8
http://mcscv.com/produk_detail.php?pid=Pelajari-Indikator-Kualitas-Produk-Yang-Mengutamakan-Kenyamanan-dan-Kepercayaan-Customer
 


 

Minggu, 13 Oktober 2013

Radiasi Nuklir



     Jika kita berasumsi secara bebas dengan sebuah pertanyaan: jumlah korban mana yang paling banyak diantara jumlah orang yang meninggal karena radiasi nuklir dengan orang yang meninggal karena merokok?. Seandainya anda pakar kesehatan, tentu anda akan menjawab secara meyakinkan bahwa orang yang meninggal karena merokok, lebih banyak jumlahnya. Dan itu fakta. Tetapi dikarenakan media-media informasi seperti TV, surat kabar, ataupun internet, lebih banyak menyuguhkan negatifnya nuklir, sehingga sering mempengaruhi opini publik.

    Anda bayangkan, jika anda disuguhkan suatu berita tentang peristiwa Hiroshima dan Nagasaki ataupun peristiwa Tragedi Chernobyl yang merengut nyawa ribuan orang sekaligus. Tentu anda akan menyatakan nuklir sangat berbahaya dan berasumsi jumlah korban nukilr lebih banyak karena korbannya secara massal. Hal ini jauh berbeda dengan korban merokok, tentu kita tidak pernah mendengar adanya korban massal akibat keracunan asap rokok. Yang ada korban akibat merokok berjatuhan disekitar kita, yang terkadang tidak kita sadari. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) diperkirakan 4,9 juta orang meninggal dunia tiap tahunnya. Umumnya vonis akhir secara kesehatan bagi korban merokok ini adalah karena mengidap penyakit kanker.

    Deskripsi diatas adalah contoh bahwa radiasi alam lebih berbahaya dari radiasi nuklir? Sebenarnya tanpa disadari oleh para perokok, bahwa selama mereka merokok, mereka telah terpapar radiasi salah satu gas radioaktif alam yaitu gas radon yang terdapat dalam daun tembakau. Radioaktif alam ini berasal dari pupuk fospat (P) yang dipupukkan pada daun tembakau sehingga gas radon terakumulasi di dalam tembakau. Sehingga perokok akan mudah terkena kanker paru-paru karena radiasi dari gas radon tersebut dapat masuk ke dalam paru-paru.

   Secara umum gas radon ini lebih banyak terserap oleh para penambang bahan galian, karena pekerja tambang secara langsung menghirup gas radon secara berlebihan. Menurut perkiraan resiko kematian akibat gas radon mencapai 0,005%. Di Amerika Serikat misalnya dari sekitar 200 juta penduduknya diperkirakan ada 10-20 ribu orang meninggal karena menghirup gas radon.

   Selain radiasi gas radon, beberapa radiasi alam yang lain adalah radiasi kosmik dan sinar UV dari lampu neon. Bila dibandingkan dengan radiasi alam ini, bahaya radiasi nuklir jauh lebih kecil dari radiasi alam yang secara wajar kita terima. Hal ini dikarenakan intensitas kita terpapar oleh radiasi alam hampir setiap hari sedangkan radiasi nuklir hanya terjadi apabila terjadi kebocoran reaktor. Tetapi dengan kemajuan teknologi kemungkinan kebocoran itu sangat kecil karena telah dibuatnya keselamatan reaktor yang berlipat-lipat.

Efek Radiasi

Efek radiasi secara umum bagi tubuh manusia terbagi dua kelompok :
  1. Efek Stokastik
    Efek stokastik yaitu efek radiasi yang kemunculannya pada individu tidak bisa dipastikan dengan faktor 10-5 (dari 100.000 orang diperkirakan yang terkena hanya 1 orang). Efek dari radiasi ini dikatakan stokastik jika radiasi yang terserap oleh tubuh dalam dosis rendah yaitu 0,25-1.000 mSv. Misalnya saja pada alat diagnosa gondok, penerimaan radiasi rendah ini diperbolehkan bukan hanya karena aman namun justru menguntungkan.
  2. Efek Deterministik
    Efek deterministik yaitu efek radiasi yang pasti muncul bila jaringan tubuh terkena paparan radiasi pengionan. Efek determiristik dapat terjadi bila dosis radiasi yang diterima telah lebih dari ambang batas seharusnya yaitu dibawah 3.000 mSv. Bila radiasi yang diterima diantara 3.000-6.000 mSv maka akan menyebabkan kulit memerah atau kerontokan rambut. 6.000-12.000 mSv akan menyebabkan perasaan mual, nafsu makan berkurang, lesu, lemah, demam, keringat yang berlebihan hingga menyebabkan shock yang beberapa saat akan timbul keluhan yang lebih parah yaitu nyeri perut, rambut rontok, bahkan kematian.
    Tetapi kemungkinan efek deterministik ini sangat kecil mengenai kita, dikarenakan berdasarkan survei lembaga penelitian yang menangani nuklir, radiasi nuklir hanya sebesar 0.08 mSv.

     Untuk pekerja di reaktor nuklir untuk menangai efek radiasi ini agar tidak sampai ke tubuh individu, terdapat tiga dasar proteksi radiasi (keselamatan radiasi). Yaitu pengaturan waktu kerja dengan radiasi, pengaturan jarak dengan sumber radiasi, dan penggunaan bahan pelindung radiasi. Semakin pendek waktu yang digunakan untuk berada di medan radiasi, semakin jauh dari radiasi dan semakin tebal bahan pelindung, akan memperkecil dosis radiasi yang diterima.

    sumber :

    http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/kimia_lingkungan/radiasi-nuklir-ternyata-lebih-ramah-dibanding-radiasi-alam/

    Sinly Evan Putra. 2005. Rokok, Laboratorium Reaksi Kimia Berbahaya. Situs Web Kimia Indonesia
     
     Sinly Evan Putra. 2006. Nuklir. Situs Web Kimia Indonesia

     Akhadi, Muklis, 1997. Pengantar Teknologi Nuklir. PT. Rineka Cipta, Jakarta